PT
Asuransi Jiwa Central Asia Raya (CAR) memasarkan salah satu produk
asuransi jiwanya, CARLink, dengan mengadopsi sistim multi level
marketing (MLM) murni. Sistim jaringannya disebut 3iNetwork yang
menawarkan peluang usaha bisnis asuransi bagi setiap nasabahnya.
Bagaimana sistim kerjanya? Trus, apa kelebihan dan kelemahannya
dibanding asuransi sejenis?
Pada dasarnya, semua pemasaran produk asuransi yang menggunakan
sistim agency (keagenan) member-get-member alias cari-cari anggota,
dengan menerapkan cara kerja mirip MLM. Produknya ya proteksi, jiwa
dan/atau kesehatan. Tidak sedikit juga produk asurasi yang disertai
iming-iming tabungan investasi (unit link).
Nah, kalau ingin jualan tabungan, mengapa tidak ke bank saja atau berinvestasi langsung pada produk-produk investasi?
Lalu apa bedanya dengan asuransi lainnya?
3iNetwork sepertinya mengkhususkan diri pada kalangan nasabah asuransi pemula, ibu-ibu, atapun keluarga muda dengan penghasilan terbatas. Hal ini terlihat dari tawaran premi bulanan yang hanya Rp350 ribu (CARLink Pro-Mixed). Nasabah hanya diminta tertib menabung selama 5 tahun saja. Nilai investasi pun (diharapkan) berkembang sesuai pertumbuhan pasar reksadana.
Feature-nya produk ini pun masih sederhana yaitu hanya asuransi jiwa dan tabungan investasi. Tetapi bagi mereka yang baru melangkah ke dunia asuransi, produk ini bisa dipertimbangkan. Selain peluang membiakkan uang dalam tabungan, nasabah juga mendapat proteksi asuransi jiwa sebesar Rp21 juta sampai usia 74 tahun. Artinya, jika nasabah meninggal dalam periode tersebut, meski baru sebulan mendaftar (misalnya), ahli waris akan memperoleh santunan sebesar Rp21 juta.
Lalu bagaimana dengan kesehatan? Ini bisa jadi plus minus asuransi CARLink. Sesuai dengan kelas yang disasar, CARLink sepertinya ingin mengajari orang betapa pentingnya dan mudahnya berasuransi, termasuk dengan modal kecil sekalipun. Ilustrasi sederhana yang selalu dibawa para agen memudahkan nasabah bagaimana mereka bisa merencanakan tabungan teratur untuk tujuan-tujuan jangka panjang seperti pendidikan anak, tetapi di sisi lain nasabah terproteksi.
Di kelas ini, nasabah sebaiknya berusaha mendapatkan perlindungan kesehatan melalui program BPJS yang juga sangat murah. Akan tetapi jika belum memiliki asuansi kesehatan, maka CARLink sepertinya kurang tepat. Masyarakat sebaiknya mendahulukan asuransi kesehatan sebelum membeli polis asuransi jiwa. Selain itu, sebaiknya dipertimbangkan lagi proteksi jiwa yang hanya Rp21 juta.
Di sisi lain, bila bertujuan menabung, pahami dengan baik biaya-biaya, potongan premi dan sebagainya yang bisa menghambat laju perkembangan investasi. Menabung untuk tujuan jangka panjang sebaiknya dilakukan melalui produk-produk investasi, bukan asuransi. Apalagi jika asuransinya tidak menjamin kelanjutan tabungan jika tertanggung mengalami cacat tetap atau meninggal.
Peluang Usaha
Sebagaimana asuransi dengan sistim keagenan lainnya, CARLink melalui 3iNetwork menawarkan peluang bagi nasabahnya untuk memperoleh penghasilan tambahan dengan ikut mencari nasabah. Syaratnya cukup mudah yaitu mencari 3 nasabah. Target selanjutnya cukup ringan yaitu minimal 1 nasabah per bulan.
Sistim bonusnya cukup menarik antara lain:
- Bonus referensi (14,29% ditahun pertama, 7,14% ditahun kedua, 3,57% ditahun ketiga)
- Bonus Elit 10% National Premi Value
- Bonus Posisi 40% National Premi Value
- Bonus Level 82% National Premi Value
Sekilas PT Asuransi Jiwa Central Asia Raya
PT AJ Central Asia Raya didirikan pada tahun 1975, dan menjadi salah satu perusahaan asuransi nasional yang sukses melewati 3 dekade hingga saat ini telah menghimpun aset menjadi Rp3,81 triliun. Dari segi resiko, PT AJ Central Asia Raya sangat aman dengan risk based capital (RBC) mencapai 216%. Tidak heran jika PT AJ Central Asia Raya menjadi perusahaan asuransi nasional pertama yang berhasil menggondol Platinum Award dari majalah bisnis InfoBank, selama 10 tahun berturut-turut (1999 – 2008).
Info lebih lanjut dapat diperoleh di website PT AJ Central Asia Raya.








0 komentar:
Posting Komentar